Ibra genap berusia 33 tahun 3 Oktober tahun ini. Tapi, daya gedornya ke gawang lawan masih menakutkan. Dia mengemas lima gol di awal musim kompetisi Ligue 1. Statistik yang seolah bakal menjadi lanjutan penampilan cemerlang musim lalu degan koleksi 41 gol dari berbagai kompetisi bersama Paris St. Germain.

"Saya mulai menatap untuk pensiun. Saat kamu bermain bola kamu akan menghabiskan banyak waktu di hotel dan banyak kehilangan waktu (bersama keluarga)," kata Ibra seperti dikutip Guardian.
"Anakku yang paling tua sudah berusia 8 tahun dan yang paling kecil enam tahun--sepertinya aku tak bisa menyaksikan pertumbuhan mereka setiap hari. Saya ingin jadi orang rumahan dan aku ingin berhenti ketika masih ada di puncak.
"Kalau di luaran aku mewakili klub dan diriku sendiri tapi di dalam rumah aku 100 persen seorang ayah," beber dia.
Menilik perjalanan karier di atas lapangan hijau, Ibra memang berhaisl membuktikan diri sebagai pemain hebat. Dia selalu meraih titel di kompetisi domestik bersama klub yang dibela, dari Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan PSG. Hanya, Ibra belum pernah merasakan jadi juara Liga Champions dan seolah itu menjadi 'kutukan' dalam kariernya.
"Saya sudah memenangkan 23 titel tapi kurang satu, Liga Champions. Aku mencoba meraihnya bersama PSG, tapi kalau memang tak mendapatkan itu, toh aku sudah memenangkan 23 gelar juara--yang kudapatkan dari hasil kerja kerasku--hebat bukan. Aku punya segudang pengalaman yang luar bisa," jelas Ibra.

No comments:
Post a Comment